Langsung ke konten utama

Bahagia Dahulu, Berbagi Bahagia Kemudian

Umumnya orang beranggapan bahwa belajar itu jika kita membaca buku, atau duduk diam menyimak penjelasan guru. Setelah melewati kelas Bunda Cekatan IIP, saya jadi menyadari bahwa ada banyak sekali cara belajar salah satunya dengan berbagi. Apakah kita harus punya atau tahu banyak hal agar bisa berbagi? Menurut saya tidak! Bahkan hal receh yang pernah kita lakukan dapat diceritakan dan menjadi insight untuk orang lain.

Di bulan ini, tantangan untuk berbagi pun datang menghampiri.


Setelah kita menyelesaikan project #BikinFlashCardYuk! Tim Shiwachi dapat undangan berbagi pengalaman bahagia. Bareng-bareng member Shiwachi yang masuk WAG HIMA IP Malang, kita ngobrol bebas. Apa itu Shiwachi, ngapain aja, apa saja projectnya, dan tentu saja insight selama mroject. 

Bahagia dahulu, berbagi bahagia kemudian.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warnai Bahagiamu Dimulai (Bagian 3)

15-18 April 2020 Mini Project Warnai Bahagiamu resmi dimulai. Alhamdulillah telah tergabung 17 doodler yang mendaftar tepat waktu di form, konfirmasi email, dan bergabung di WAG. Salah satunya kemudian mengundurkan diri karena memiliki amanah lain yang tidak bisa ditinggalkan. Sesuai timeline, kita throw back review lagi tentang project ini. Welcome Berkenalan Kesepakatan Group Membuat nama team: Diputuskan nama Shiwachi Kita juga main dna doodle. Belum terlalu kenal satu sama lain, grup masih belum begitu ramai. Meskipun tidak sampai monolog, tetapi agak tricky juga agar tidak ada silent reader di group. wAG semakin panas ketika dilempar tema doodle untuk project membuat buku mewarnai doodle. Apa yang terjadi selanjutnya? (Bersambung ke bagian 4 ) *Dimase-Art*

Doodle Art Berdasarkan Tahap Pembuatan

Sudah mulai praktek bikin doodle di rumah? Kok kurang rapi ya? Ternyata doodle tidak hanya dibuat dengan cara spontan, kalian boleh kok memakan dua teknik lain dalam pembuatan doodle. Apa saja kah itu? Tahapan Pembuatan Doodle Art 1. Unplanned (Spontan) Doodle Seperti namanya, doodle dibuat dengan cara spontan atau langsung memakai pena di atas kertas. Tidak perlu membuat sketsa atau tanpa rencana. Kelebihan: Waktu lebih cepat karena tidak perlu dua kali kerja. Kekurangan: Hasil mungkin kurang rapi bagi doodler pemula, jika terjadi kesalahan tidak bisa dibenahi kecuali dengan ditimpa. Baik digunakan untuk doodle sebagai relaksasi, doodle untuk diri sendiri 2. Semiplanned Doodle Sebelum membuat doodle, kita membuat sketsa kasar terlebih dulu baru kemudian dilanjutkan dengan menebali memakai pena. Kelebihan: hasil lebih rapi karena terkonsep, tetapi kita masih bisa bereksplorasi untuk melengkapi konsep kasar. Kelemahan: harus segera eksekusi agar ide tidak memguap beg...

Doodle Art untuk Pemula (Bagian 3)

Terima Tantangan Baru   Coba media dan alat baru. Jika sebelumnya kita nyaman membuat doodle di kertas, coba ganti alat & media yang kamu pakai. Media barang bekas bisa dicoba, misalnya botol bekas, banner bekas, kardus, dsb. Apakah rasanya sama? Pasti akan ada adaptasi-adaptasi saat menorehkan coretan di kertas, dinding, kain, banner, kaca, dst. Hadiah Doodle. Jika biasanya membuat doodle untuk diri sendiri, coba sekali waktu buatkan untuk orang lain sesuai selera mereka. Jangan buru-buru mematok tarif, pastikan saja mereka bahagia menerima karya kita. Sesuatu yang bermula dari hati, akan lebih mudah sampai ke hati. Cobalah berkompetisi. Ada banyak kompetisi doodle yang bisa kita coba ikuti. Biasanya ada hadiah menarik yang membuat kita semakin semangat. Tapi jangan pernah berkecil hati jika lawan kita mampu berkarya jauh di atas kita. Jika belum beruntung menjadi pemenang, anggap kita sedang belanja pengalaman untuk menambah jam terbang. Manfaatkan doodle seba...