Langsung ke konten utama

Doodle Art untuk Pemula (Bagian 3)

Terima Tantangan Baru

 Coba media dan alat baru.

Jika sebelumnya kita nyaman membuat doodle di kertas, coba ganti alat & media yang kamu pakai. Media barang bekas bisa dicoba, misalnya botol bekas, banner bekas, kardus, dsb.
Apakah rasanya sama?
Pasti akan ada adaptasi-adaptasi saat menorehkan coretan di kertas, dinding, kain, banner, kaca, dst.

Hadiah Doodle.

Jika biasanya membuat doodle untuk diri sendiri, coba sekali waktu buatkan untuk orang lain sesuai selera mereka. Jangan buru-buru mematok tarif, pastikan saja mereka bahagia menerima karya kita. Sesuatu yang bermula dari hati, akan lebih mudah sampai ke hati.

Cobalah berkompetisi.

Ada banyak kompetisi doodle yang bisa kita coba ikuti. Biasanya ada hadiah menarik yang membuat kita semakin semangat. Tapi jangan pernah berkecil hati jika lawan kita mampu berkarya jauh di atas kita. Jika belum beruntung menjadi pemenang, anggap kita sedang belanja pengalaman untuk menambah jam terbang.

Manfaatkan doodle sebagai solusi. 

Jika kita suka membuat catatan, bagaimana jika doodle dimasukkan ke dalamnya? Coba baca The Doodle Revolution karya Sunny Brown. Jika kita seorang penulis, bagaimana jika doodle menjadi ilustrasi di buku karangan kita? Jika Anda seorang psikolog, bagaimana jika kita memanfaatkan doodle sebagai art-therapy? Membuat coloring doodle book? Ingin membuat poster atau sertifikat dengan sentuhan hand-made juga bisa.


Solusi yang Ditawarkan Doodle

Intinya, gunakan doodle-mu sebagai solusi dari berbagai kebutuhan.

Siap membuat doodle-mu naik kelas?

*Dimase-Art*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serunya Magang Mentor (Lagi)

Jangan pernah mengabaikan tantangan baru yang datang menyapa, karena belum tentu kesempatan akan datang untuk kedua kalinya. Penghujung tahun 1441 H ini menjadi momen yang istimewa bagi saya. Ada beberapa pengalaman seru bersama  Doodle Art,  salah satunya seputar mentorship. Bukan hal yang baru sebenarnya, memfasilitasi teman-teman yang ingin belajar tentang Doodle . Mulai Rumbel Doodle Art di IP Malang Raya Jatimsel dirintis, bersama teman-teman mencari  materi belajar sesuai kebutuhan. Tagline learning by sharing, learning by doodling memang sedari awal kami jadikan prinsip. Doodle art memang lebih banyak praktik, kalaupun ada teori sifatnya terbatas. Maka menggali " tacit knowledge " dari para doodler adalah harta karun berharga. Berikutnya pengalaman magang menjadi mentor di kelas Bunda Cekatan selama dua bulan kemarin. Walau belum optimal tetapi lumayan untuk memberi gambaran apa dan bagaimana mentorship yang ideal. Pada akhir Juli kemarin, tawaran menarik tiba-t...

Tutorial Memasang Twibbon dengan memakai Canva

Sudah ikut berapa kelas/project di masa pandemi ini?  Pertanyaannya bukan "berapa tempat yang dikunjungi?" karena orang bijak tidak akan banyak bepergian jika tidak penting sekali.  Biasanya setiap project memberi template twibbon yang bisa kita tempel foto diri sebagai penanda bahwa kita berpartisipasi di dalamya. Nah, sudah tahu cara pasangnya? Cek tutorial memasang template twibbon memakai Canva berikut. Catatan: ada banyak cara dan aplikasi lain yang bisa dipakai. Ini hanya salah satu pilihan solusi.

Giveaway dan Jam Terbang

Kalau ada yang tanya, gimana sih caranya belajar bikin doodle? Di tulisan sebelumnya selalu saya ulang-ulang, pakai cara ATM (amati-tiru-modifikasi). Sampai kapan? Sampai menemukan mana yang paling nyaman & gue banget. Setelah itu kita bisa mencari tantangan baru. Salah satunya dengan membuatkan doodle sesuai selera orang lain. Dengan mempertemukan gue banget Vs selera orang lain, kira-kira apa yang terjadi? Apakah coretanmu berubah lagi? Bisa jadi. Karena tujuan saya membuat coretan adalah untuk membuat sesuatu yang bermanfaat, maka sedari awal saya sudah biasa menerima doodle permintaan orang. Dari yang mulanya gratisan, bayar seikhlasnya, hingga berbayar. Kalau dibuka lagi, terasa sekali bedanya waktu masih awal-awal dulu suka doodling dengan sekarang. Baik dari alat, kualitas, juga kecepatan menyelesaikan suatu karya. Apakah saya sudah sampai di tahap excellent? Masih berproses. Jika bidang lain membutuhkan 10.000 jam terbang agar bisa disebut profesional, bagaimana j...