Langsung ke konten utama

Warnai Bahagiamu Open Recruitment (Bagian 2)

Alhamdulillah Allah beri jalan untuk mewujudkan project yang telah saya rencanakan. Dan saya tidak sendirian, saya mengajak doodler lain untuk turut serta. Sebelumnya saya sudah siapkan spoiler untuk mencari tahu, adakah yang tertarik memgikuti project ini. Respon cukup baik, setidaknya target 3 doodler insya Allah akan tercapai bahkan lebih.

Spoiler project


Cukup rempong persiapan waktu itu, membuat logo project, timeline, membuat form pendaftaran, membuat flyer pengumuman oprec, menyiapkaan whatsapp group, dsb. Merasa kewalahan? Iya, sangat. Akhirnya saya meminta 2 teman doodler untuk menjadi admin mengelola whatsapp group nanti.

Butuh kebesaran hati untuk mengakui keterbatasan diri. Kolaborasi bisa jadi menjadi solusi.

Time line #WarnaiBahagiamu

Flyer open recruitment doodler & layouter 


Logo project
Alhamdulillah, setelah form diumumkan 13-14 April 2020 akhirnya terdaftar beberapa doodler.
Terimakasih para doodler yang telah berpartisipasi.

Mungkin sistem oprec sengaja saya buat agak rumit, tujuannya sebagai saringan bagi peserta yang berkomitmen.

Mengisi form--konfirmasi by email--gabung WAG. 

Saya berusaha komitmen pada timeline, menolak pendaftar yang terlambat meskipun sangat antusias untuk ikut. Jujur ini dilema tersendiri, apalagi jika terjadi pada teman sendiri. 

Tantangan untuk tega dan patuh pada aturan, alhamdulillah bisa saya lalui.
 Berikutnya cerita pembukaan #WarnaiBahagiamu. Apakah setelah terkumpul, project berjalan dengan baik???

(Bersambung ke bagian 3)
*Dimase-Art*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serunya Magang Mentor (Lagi)

Jangan pernah mengabaikan tantangan baru yang datang menyapa, karena belum tentu kesempatan akan datang untuk kedua kalinya. Penghujung tahun 1441 H ini menjadi momen yang istimewa bagi saya. Ada beberapa pengalaman seru bersama  Doodle Art,  salah satunya seputar mentorship. Bukan hal yang baru sebenarnya, memfasilitasi teman-teman yang ingin belajar tentang Doodle . Mulai Rumbel Doodle Art di IP Malang Raya Jatimsel dirintis, bersama teman-teman mencari  materi belajar sesuai kebutuhan. Tagline learning by sharing, learning by doodling memang sedari awal kami jadikan prinsip. Doodle art memang lebih banyak praktik, kalaupun ada teori sifatnya terbatas. Maka menggali " tacit knowledge " dari para doodler adalah harta karun berharga. Berikutnya pengalaman magang menjadi mentor di kelas Bunda Cekatan selama dua bulan kemarin. Walau belum optimal tetapi lumayan untuk memberi gambaran apa dan bagaimana mentorship yang ideal. Pada akhir Juli kemarin, tawaran menarik tiba-t...

Tutorial Memasang Twibbon dengan memakai Canva

Sudah ikut berapa kelas/project di masa pandemi ini?  Pertanyaannya bukan "berapa tempat yang dikunjungi?" karena orang bijak tidak akan banyak bepergian jika tidak penting sekali.  Biasanya setiap project memberi template twibbon yang bisa kita tempel foto diri sebagai penanda bahwa kita berpartisipasi di dalamya. Nah, sudah tahu cara pasangnya? Cek tutorial memasang template twibbon memakai Canva berikut. Catatan: ada banyak cara dan aplikasi lain yang bisa dipakai. Ini hanya salah satu pilihan solusi.

Giveaway dan Jam Terbang

Kalau ada yang tanya, gimana sih caranya belajar bikin doodle? Di tulisan sebelumnya selalu saya ulang-ulang, pakai cara ATM (amati-tiru-modifikasi). Sampai kapan? Sampai menemukan mana yang paling nyaman & gue banget. Setelah itu kita bisa mencari tantangan baru. Salah satunya dengan membuatkan doodle sesuai selera orang lain. Dengan mempertemukan gue banget Vs selera orang lain, kira-kira apa yang terjadi? Apakah coretanmu berubah lagi? Bisa jadi. Karena tujuan saya membuat coretan adalah untuk membuat sesuatu yang bermanfaat, maka sedari awal saya sudah biasa menerima doodle permintaan orang. Dari yang mulanya gratisan, bayar seikhlasnya, hingga berbayar. Kalau dibuka lagi, terasa sekali bedanya waktu masih awal-awal dulu suka doodling dengan sekarang. Baik dari alat, kualitas, juga kecepatan menyelesaikan suatu karya. Apakah saya sudah sampai di tahap excellent? Masih berproses. Jika bidang lain membutuhkan 10.000 jam terbang agar bisa disebut profesional, bagaimana j...