Langsung ke konten utama

Layout On Progress (Bagian 5)

Sambil menanti para doodler menyelesaikan karya mereka, kami menyiapkan konsep untuk layout printable (layouter & pimpro).

Rencana Layout Printable
Ternyata selain bikin lembar mewarnai, detail-detail layout ini pun cukup memakan waktu dan tenaga.

1. Cover dipilih oleh kak Inna (layouter) berupa logo project "warnai bahagiamu".

2. Halaman judul dari pimpro.
3. Kata pengantar akhirnya bisa bikin lagi setelah dulu pernah bikin di skripsi. Maafkan jika agak-agak lupa dengan kaidah penulisan.

Kata pengantar
4. Nama member Shiwachi
Diambil dari Challenge doodle alphabet. Masing-masing member membuat 1 huruf mewakili kata " Shiawasena Chimu".

Doodle Alphabet Shiwachi
Challenge ini tidak direncanakan di dalam project tetapi menjadi inisiatif member sambil menunggu printable selesai.

5. Doodle Tema Printable
Kemarin, Hari Ini, Dan Esok

Berkali-kali mencoba warna yang sesuai hingga akhirnya terpilih warna ini.

6. Lembar mewarnai doodle
Kali ini saya hanya membuat 3 karya tapi cukup membuat bahagia. Masih banyak karya lain dari teman-teman Shiwachi yang bisa dinikmati.

Hujan batu

Tumbuh

Lingkaran Tahun
7. Biodata Doodler
Format sudah dibagikan, para doodler tinggal mengisi dan mengirim bersama foto dan karyanya. PR juga di sini mengedit foto agar tampak seragam,ini di saya coba memakai twibond dengan editing di Canva sehingga tinggal ganti foto doodler satu per satu. Wah ternyata seru. Foto ini juga dipakai untuk sertifikat project.

Twibond WarnaiBahagiamu


8. Cover belakang
Monstera memiliki pesona tersendiri bagi saya pribadi, pengaruh rustik dan cahaya kunang-kunang membuat saya membuat doodle ini sebagai pelengkap.
***

Kelihatannya sepele, tapi setiap detail butuh kesungguhan agar bisa terkumpul sampai akhir. Simak lanjutannya di bagian 6.

*Dimase-Art*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serunya Magang Mentor (Lagi)

Jangan pernah mengabaikan tantangan baru yang datang menyapa, karena belum tentu kesempatan akan datang untuk kedua kalinya. Penghujung tahun 1441 H ini menjadi momen yang istimewa bagi saya. Ada beberapa pengalaman seru bersama  Doodle Art,  salah satunya seputar mentorship. Bukan hal yang baru sebenarnya, memfasilitasi teman-teman yang ingin belajar tentang Doodle . Mulai Rumbel Doodle Art di IP Malang Raya Jatimsel dirintis, bersama teman-teman mencari  materi belajar sesuai kebutuhan. Tagline learning by sharing, learning by doodling memang sedari awal kami jadikan prinsip. Doodle art memang lebih banyak praktik, kalaupun ada teori sifatnya terbatas. Maka menggali " tacit knowledge " dari para doodler adalah harta karun berharga. Berikutnya pengalaman magang menjadi mentor di kelas Bunda Cekatan selama dua bulan kemarin. Walau belum optimal tetapi lumayan untuk memberi gambaran apa dan bagaimana mentorship yang ideal. Pada akhir Juli kemarin, tawaran menarik tiba-t...

Tutorial Memasang Twibbon dengan memakai Canva

Sudah ikut berapa kelas/project di masa pandemi ini?  Pertanyaannya bukan "berapa tempat yang dikunjungi?" karena orang bijak tidak akan banyak bepergian jika tidak penting sekali.  Biasanya setiap project memberi template twibbon yang bisa kita tempel foto diri sebagai penanda bahwa kita berpartisipasi di dalamya. Nah, sudah tahu cara pasangnya? Cek tutorial memasang template twibbon memakai Canva berikut. Catatan: ada banyak cara dan aplikasi lain yang bisa dipakai. Ini hanya salah satu pilihan solusi.

Giveaway dan Jam Terbang

Kalau ada yang tanya, gimana sih caranya belajar bikin doodle? Di tulisan sebelumnya selalu saya ulang-ulang, pakai cara ATM (amati-tiru-modifikasi). Sampai kapan? Sampai menemukan mana yang paling nyaman & gue banget. Setelah itu kita bisa mencari tantangan baru. Salah satunya dengan membuatkan doodle sesuai selera orang lain. Dengan mempertemukan gue banget Vs selera orang lain, kira-kira apa yang terjadi? Apakah coretanmu berubah lagi? Bisa jadi. Karena tujuan saya membuat coretan adalah untuk membuat sesuatu yang bermanfaat, maka sedari awal saya sudah biasa menerima doodle permintaan orang. Dari yang mulanya gratisan, bayar seikhlasnya, hingga berbayar. Kalau dibuka lagi, terasa sekali bedanya waktu masih awal-awal dulu suka doodling dengan sekarang. Baik dari alat, kualitas, juga kecepatan menyelesaikan suatu karya. Apakah saya sudah sampai di tahap excellent? Masih berproses. Jika bidang lain membutuhkan 10.000 jam terbang agar bisa disebut profesional, bagaimana j...